Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan

Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan
Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan

Assalamualaikum Wr.Wb

Hello Sobat Ilmu BarokahIslamagamaku45.id. Nah bertemu lagi di postingan kami , sebelumnya kami telah membuat artikel tentang Akibat Maksiat Kepada Allah baik di dunia maupun di ahirot, kali ini kami akan membuat artikel tentang Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan   :

Dalam salah satu bab di dalam kitab Shohih Muslim tentang keimanan :

"Dan Sesungguhnya Iman itu bertambah dan berkurang".

Hal ini bersesuaian dengan makna Firman Allah SWT dalam surat Al-anfal ayat 2.

Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang ketika disebut nama Allah maka takut hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.

Ayat tersebut menegaskan bahwa iman itu dapat bertambah dan dapat juga berkurang,sekaligus menunjukan bahwa amal adalah bagian dari iman. Dan iman itu bertambah ketika kita melakukan amal yang sesuai dengan Qur’an dan Hadist.

Sedangkan iman itu berkurang manakala kita melanggar dan berbuat maksiat,melanggar aturan Qur’an dan Hadist.Keimanan seseorang itu tidak sama satu dengan yang lainnya.

Bertambahnya amal sholih dan keyakinan pada diri seseorang,maka bertambah pula keimanannya dan menjadi lebih utama dibanding dengan orang yang selainnya.
 

Rosululloh SAW bersabda dalam riwayat Muslim tentang cabang keimanan : 

“Iman itu lebih dari 70 cabang,sedangkan rasa malu itu adalah satu cabang dari iman”.

Sebagaimana tersebut dalam hadists di atas,bahwa iman itu mempunyai 70 cabang lebih.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa cabang yang tertinggi adalah ucapan Laa ilaaha illallah.
Dan cabang terendah ialah menyingkirkan gangguan dijalan,maka itu menunjukan bahwa masing-masing cabang iman ini mempunyai nilai dan bobot yang tidak sama, baik yang berupa mengerjakan (kebaikan) maupun meninggalkan (larangan).
Demikian perbuatan maksiat,masing-masing mempunyai nilai dan bobot dosa yang berbeda-beda,apabila kemaksiatan di kerjakan dengan hati yang ingkar atau mendustakan terhadap peraturan Qur’an dan Hadist, maka hal itu bisa membatalkan iman.Sebagaimana kisah tentang Firaun yang di jelaskan dalam surat An-Naziat ayat 21

Artinya :

Tetapi Firaun mendustakan dan menentang.

Apabila maksiat itu dikerjakan terus menerus maka kotoran dosa maksiat itupun menerus ada dan bertambah. Sampai menutup dengan tetap di dalam hatinya,sehingga dia tidak lagi mengenal kebaikan dan tidak lalgi ingkar terhadap kemungkaran dan dosa,sehingga ancaman nerakalah yang menantinya . Na’uudzu billaahi mindzaalik.

Hal ini sebagaimana sabda Rosululloh SAW dalam riwayat Ahmad tentang titik hitam dihati :

“Sesungguhnya orang iman itu ketika dia berbuat dosa maka terdapat tititk hirtam di dalam hatinya.Kemudian apabila dia bertaubat , meninggalkan dan memohon ampunan maka dibersihkan hatinya. Dan jika dia menambah dosa maka bertambahlah bintik hitamnya,sampai menutupi hatinya. Itu lah ‘roon’ yang disebut oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an : [Tidaklah demikian,bahkan apa yang selalu mereka perbuat(maksiat) itu menutupi hati mereka] (Surat  Al-Mutaffifinayat 14) ".


Sekian Artikel dari kamki semoga kita bisa mengambil hikmah dari Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan ini agar hidup kita menjadi lebih bahik lagi dan lebih barokah lagi dan tetap semangat dalam menjalani kehidupan.


Wassalamualaikum Wr.Wb



Search :

Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan

Bahaya Maksiat Ketika Sendiri

Dalil tentang bahaya maksiat

hadist tentang bahaya maksiat

Bahaya Maksiat
Cabang Keimanan
Hubungan Malu dengan Keimanan
Titik Hitam yang di hati

Belum ada Komentar untuk "Bahaya Maksiat Terhadap Keimanan"

Posting Komentar

jangan melakukan komentar yang spam di sini gays