Tata krama – Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa

https://www.islamagamaku45.id/2019/05/tata-krama-adab-bertamu-sesuai-sunnah-menurut-islam-yang-benar-dan-dalam-bahasa-jawa.html
Tata krama – Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa

Assalamualaikum Wr.wb


Hello kaliann,Selamat datang di artikel kami di islamagamaku45.id. Artikel sebelumnya telah di bahas tentang Tata Krama / Adab Ketika Makan dan Minum Dalam Islam Yang Lengkap beserta riwayat hadistnya. Artikel kali ini akan membahas tentang Tata krama – adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap dengan riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa.

Bertamu sendiri mempunyai kebarokahan contohnya saja bertamu bisa juga saling bersilaturohim, saling berhubungan, tidak memutus hubungan. Apalagi antar sesama keluarga mungkin antara cucu dengan kakeknya antara pakdhe dengan keponakannya antara adiknya bapak dengan anaknya anaknya ibu dll sebagainya.

Selain itu bertamu bisa juga untuk menambah rezky,umurnya di panjangkan, hidup  rukun, kompak.

Nah kali ini kita akan membahasnya,apa saja sih tata krama – adab bertamu ? bagaimana tata krama-adab bertamu ? yang mana itu semua sesuai dengan sunnah menurut islam yang benar lengkap dengan riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawanya

Tata krama – Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa :

1. Berpakaian rapi,pantas dan sopan.

Di usahakan kalau mau bertamu ke rumah teman,sadaura atau yang lainnya apalagai bertamu pada acara yang formal,maka di usahakan berpakaian rapi,pantas dan sopan jangan sampai berpakaian yang jelek kotor bau lagi apalagi tidak mandi nah itu jangan.

2. Tidak bertamau pada jam-jam istirahan (Q.S An-Nur ayat 58).

Sebagai seorang tamu kalau bertamu lihat-lihat situasi dan kodisinya , kalau kondisinya dan situtasinya jam istirahat maka jangan sampai bertamu di jam tersebut,karena akan mengganggu tuan rumah yang akan beristirahat.

3. Seyogyanya membuat janji telebih dahulu dan menepatinya,mengingat tuan rumah mungkin mempunyai kesibukan.

Sebagai seorang tamu kalau bisa membuat janji terlebih dahulu dan menepati janjinya kapan bisa bertemu nantinya,karena bisa jadi tuan rumah ada kesibukan sehingga tidak ada di rumah

Contoh dalam bahasa jawa
“Assalamualaikum pak,ngapunten niki sakderenge ,jenengan benjing jam 8 enjing teng griyo mboten nggeh ? kulo badhe sowan teng nggene jenengan “ kalau di respon iya berarti tuan rumah bisa

4. Mengetuk pintu/membunyikan bel rumah dan mengucapkan salam (Q.S An-Nur Ayat 27).

Sebaiknya sebelum kita menemui tuan rumah maka supaya mengetuk pintu/membunyikan bel dan mengucapkan salam

5. Bila sudah mengucapkan salam sebanyak 3x tidak ada jawaban sebaiknya pergi (HR.Muslim).

Kalau sudah mengetuk pintu kemudian mengucapkan salah sebanyak 3x kok ternyata tuan rumah tidak menjawab sebaiknya pergi , bisa jadi tuan rumah tidak bisa di temui saat itu atau juga tuan rumah tidak ada di rumahnya

6. Tidak boleh mengintip atau melongok ke dalam rumah,walaupun pintu atau jendela terbuka (HR.Bukhori).

Jika akan bertamu maka tidak boleh mengintip atau melongok ke dalam rumah tersebut walaupun sudah salam/menyembuikan bel , dan waluapun jendela/pintu terbuka.

Intinya tetap menunggu si tuan rumah menjawab salam

7. Bila ditanya “Siapa itu?” , maka menjawabnya dengan menyebut nama.

 Jika sudah salam kemudian tuan rumah menjawab salam , terus di tanya “Siapa itu?” maka si tamu harus menjawab sesuai namanya jangan menjawab “ AKU,SAYA,GUA” ,

Contoh dalam bahasa jawa
“Sinten Nggeh niku ? “ “ Niki kulo Kuntoro utusane pak RT”

8. Tidak boleh masuk dan duduk sebelum di persilahkan.

Sebagai tamu harus lah sopan santun termasuk dalam hal duduk , sebaiknya ya menunggu di persilahkan tuan rumah untuk duduk

9. Melepas sepatu/sandal sebelum masuk kerumah atau menyesuaikan situasi kondisi.

Jika kondisinya berkramik maka sebaiknya sepatu/sandal di lepas tapi jika kondisinya mungkin tidak berkramik atau biasa saja maka mungkin tuan rumah mempersilahkan tidak usah dicopot sandal/sepatunya.

10. Menempati tempat duduk yang dipersiapkan untuk tamu tidak menempati tempat duduk milik khusus tuan rumah.

Kalau sudah di siapkan tempat duduk untuk tamu sebaiknya tamu menempati tempat duduk itu jangan sampai menempati tempat duduk tuan rumah.

11. Bila tuan rumah bukan mahromnya dan hanya 1 orang saja maka cukup di luar rumah dan bicara seperlunya.

Hal ini karena untuk menghindari dari rayuan syaitan agar tidak terjabak dalam kemaksiatan

12. Tidak makan dan minum hidangan yang dusuguhkan sebelum di persilahkan oleh tuan rumah.

Sebaiknya tamu kalau mau menikmati hidangan/minuman menunggu tuan rumah mempersilahkan

13. Sebaiknya mau mencicipi/menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah.

Itu sebagai wujud kita sebagai tamu menghormati tuan rumah karena telah di suguhi makanan / minuman , telah di jamu dengan baik , telah di hormati dengan baik

14. Bila hidangan yang di suguhkan merupakan pantangan yang tidak boleh dimakan maka si tamu harus menolaknya dengan baik. 

Karena itu menjaga perasaan si tuan rumah.

Contoh dalam bahasa jawa :
“Wah ngapunten pak sakderenge , kulo alergi kalihan udang niku” nah pasti tuan rumah memakluminya

15. Apabila bermalam/menginap .Setelah pulang hendaknya merapikan tempat tidurnya.

Tamu itu harus di muliakan tetapi juga tamu harus bisa menjaga sikapnya,karena telah di muliakan di hargai , dijamu yang baik maka si tamu kalau selesai pulang maka di bersihkan dulu tempat tidurnya.

16. Apabila membawa anak kecil supaya dijaga dengan baik sehingga tidak mengecewakan tuan rumah.

Prilaku anak kecil penuh dengan dunia permaninan maka sebaiknya tamu yang membawa anak kecil menjaga anaknya agar tidak bermain-main di rumah tersebut apalagi sampai memecahkan sesuati hal contoh piring,gelas,kaca,fas bunga dll

17. Kalau terjadi melakukan sesuatu yang membuat kecwa tuan rumah maka tamu supaya berterus terang dan minta maaf.

Tamu tidak boleh membuat kecewa tuan rumah kok ternyata masih membuat kecewa tuan ruma maka tamu supaya berterus terang dan minta maaf

Contoh dalam bahasa jawa

“wah ngapunten nggeh anake kulo dek wau ngompol trus nggeh mecahke piring e jenengan“

18. Sebelum pulang hendaknya minta maaf,mengucapkan syukur / terima kasih atas semua kebaikan tuan rumah dan mengucapkan salam.

Tamu kalau mau pulang hendaknya berpamitan ,minta maaf apabila merepotkan , mengucapkan syukur / terima kasih karena telah di hormati,dilayani dengan baik

Contoh dalam bahasa jawa  :

“Nggeh pun kulo wangsul riyen nggeh , ngapunten ngrepoti jenengan niki , matur suwun unjukane dekwau , Nggeh pun riyen nggeh “


Nah itulah Tata krama – Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa. Kita harus lah memahai tata krama – adap ini karena kita sebagai manusia haruslah mempunyai adab yang baik. Sekian artikel dari kemi semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua

Wassalamualaikum Wr.Wb

Search :
Tata krama bertamu
Tata krama bertamu yang benar
Tata krama bertamu sesuai Sunnah
Tata Krama bertamu menurut islam
Adab bertamu
Adab bertamu dengan bernar
Adab bertamu sesuai Sunnah
Adab bertamu Contoh bahasa jawa
Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam
Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist

Belum ada Komentar untuk "Tata krama – Adab bertamu sesuai sunnah menurut islam yang benar lengkap riwayat hadist dan contoh dalam bahasa jawa"

Posting Komentar

jangan melakukan komentar yang spam di sini gays