Lembaga Keuangan Masuk katagori Riba

Lembaga Keuangan Masuk katagori Riba
Lembaga Keuangan Masuk katagori Riba

Pada zaman sekarang ini, banyak sekali transaksi yang dilakukan oleh lembaga keuangan masuk katagori riba. Beberapa contoh transaksi riba yang dilakukan oleh berbagai lembaga keuangan dan bisnis saat ini lembaga keuangan yang melakukan riba

Pengertian sebuah Lembaga merupakan suatu institusi atau pranata yang mana di dalam institusi tersebut terdapat sebuah seperangkat hubungan nilai-nilai, norma,norma, dan keyakinan-keyakinan yang nyata (asli) dan berpusat pada bermacam-macam kebutuhan sosial serta tindakan yang penting dan berulang.

Penggunaan istilah kata lembaga atau institusi sudah sering Anda dengar sehari-hari di kalangan masyarakat dan sering juga dikaitkan dengan organisasi, masyarakat, sosial, formal, dan informal.
Pada umumnya kata lembaga tidaklah bisa dipisahkan dengan istilah lain yangmana berhubungan dengan sosial, organisasi, masyarakat sebab merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan tidak bisa di pisahkan.

Lembaga Keuangan Masuk katagori Riba.

1. Lembaga Keuangan Konvensional.

Lembaga keuangan (LK) konvensional beropreasi dengan menggunakan sistem bunga. Nasabah yang mempunyai uangnya di LK mendapatkan imbalan berupa bunga sebesar presentase tertentu dari uang yang disimpan di LK tersebut. Demikian pula nasabah yang meminjam uang ke LK harus membayar bunga sebesar persentase tertentu dari pinjaman pokoknya. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa larangan buka LK Konvensional pada simpanan berbentuk, giro (NO: 01/DSN-MUI/IV/2000), tabungan (No: 02/DSN-MUI/IV/2000) dan deposito (NO: 03/DSN-MUI/IV/2000).

2. Obligasi.

Obligasi merupakan salah satu instrumen keuangan berupa surat pengakuan utang dari satu pihak kepada pihak lain yang membeli surat obligasi sejumlah nilai tertentu yang tertera dalam obliasi tersebut. Pihak yang mengeluarkan obligasi memberikan imbalan berupa bunbunga sebesar persentase tertentu dari pokok utang yang tertera dalam obligasi tersebut samapai janga waktu jatuh tempo. Maka hukumnya obligasi adalah haram karena mengandung unsur riba, yaitu adanya tambahan dari pokok modal/utang.

Riba dengan segala macam bentuknya adalah merupakan transaksi yang menimbulkan kerugian dan kerusakan kepada orang lain yang diharamkan oleh Allah dan Rosul-Nya, dan para pelakunya di ancam dimasukkan ke dalam neraka, maka wajib bagi kita ntuk menjauhi sejauh-jauhnya. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan yang benar kepada kita semua dan menjauhkan kita dari bahaya riba dan perbuatan-perbuatan yang haram lainnya, sehingga hidup kita selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Belum ada Komentar untuk "Lembaga Keuangan Masuk katagori Riba"

Posting Komentar

jangan melakukan komentar yang spam di sini gays