Penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang Harus Anda Biasakan!

Penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang Harus Anda Biasakan!
Penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang Harus Anda Biasakan!
Ilmu Barokah - Pola hidup sehat dan bersih harus ditanamkan dalam kehidupan manusia sejak usia dini. Sebagaimana kita ketahui bahwa masa balita itu adalah masa emas (kesempatan terbaik) dari masa pertumbuhan dan perkembanagan anak. Bukan Cuma perkembangan jasmani, melainkan juga jiwa dan kehidupan sosialnya. Apabila orang tua salah asuh, salah asah, salah asih, maka bisa buruk akibatnya.

Sejak adanya kegiatan posyandu di Indonesia, maka sudah mulai ditanamkan pendidikan kesehatan untuk anak sekolah.

Untuk memperoleh pola hidup sehat perlu dibentuk sejak usia dini karena mengubah pola hidup yang terlanjut tidak sehat jauh lebih susah dari pada membentuknya. Pembentukan harus secara bersama-sama baik di rumah maupun di sekolah. Jika anak luput memperolehnya di rumah dan di sekolah, pola hidup tidak sehatnya bisa menggagalkan pembentukan hari depan sosok sehatnya.

Mengacu pada formula seven habits membangun hidup sehat menurut Nadra B. Ballcok & Lester Breslow (1985) adalah;

1. Kebersihan diri,
2. Cukup tidur,
3. Makan tiga kali,
4. Selalu sarapan.
5. Berat badan ideal,
6. Bergerak badan,
7. Jauhi rokok, alkohol, narkoba.

Nah berikut ini Ilmu Barokah akan merangkum tentang Penerapan Pola hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari yang harus di biasakan agar hidup nya sehat, bersih dan barokah.

Penerapan Pola Hidup Sehat dalam kehidupan Sehari-hari


Gangguan kesehatan yang dapat timbul karena mennurunnya daya tahan tubuh, sebenarnya dapat dikurangi dengan penerapan prinsip-prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain yaitu:

1. Hidup serasi dengan alam.

Artinya menyadari bahwa hidup itu merupakan bagian dari ekosistem alam.

2. Minum air putih (air mineral murni).

Minum air putih (air mineral murni).
Minumlah air putih yang benar-benar air mineral asli minimal usahakan 2 liter perhari untuk menjaga stamina tetap vit dan juga bisa menjaga dari berbagai macam penyakit.

3. Konsumsi makanan yang bergizi baik dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

Konsumsi makanan yang bergizi baik dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh

Tubuh yang sehat tidak terlepas dari asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Gizi tidak hanya lengkap, tetapi juga harus seimbang dalam proporis yang tepat. Jumlah asupan gizi dari makanan terbagi atas suatu batas yaitu batas angka maksimum dan batas angka minimum, sehinggga tidak berlebihan atau kekurangan. Apabila asupan makanan atau minuman kurang dari baas minimum maka akan timbul masalah kurang gizi, misal kurang zat besi menyebabkan anemia. Demikian pula dengan battas angka maksimum tidak boleh dilampaui, karena akan timbul masalah obesitas, kolesterol tinggi, asam urat tinggi (gout) dan lain sebagainya. Gizi yang optimal adalah gizi yang kuantitas dan kualitasnya cukup sehingga tubuh berada pada kondisi yang baik dan sehat. Dalam pengkonsumsian bahkan makanan sehari-hari, hendaklah memilih bahan makanan alami yaitu buah-buahan dan sayuran segar, bij-bijian atau sereal, kacang-kacangan, daging rendah lemak, air yang sehat dan bersih dan lain sebagainya.

Pola makan buruk seperti sering telat makan, konsumsi makana yang mengandung lemak tinggi dan koleksterol tinggi serta kurang serat, kurang minum air putih dan lain sebagainya dapat meurunkan daya tahan tubuh. Penerapan pola makan ala Barat yang belebihan misalnya pengkonsumsian makanan cepat saji (fast food atau junk food) karena dinilai lebih praktis dan nikmat saat ini jenis-jenis makanan tersebut semakin menjamur dan diminati masyarakat Indonesia, padahal makanan tersebu berkadar lemak jenuh tinggi menyebabkan obesitas dan tidak baik bagi kesehatan jantung, sehingga di Amerika Serikat (AS) diisebut makanan junk-food (makanan sampah).

4. Memperoleh Cukup sinar matahari pagi dan udara yang bersih dan segar.

Memperoleh Cukup sinar matahari pagi dan udara yang bersih dan segar
Sinar matahari pagi juga baik untuk kesehatan biasanya antara jam 06.00 sampai jam 10.00 di pagi hari. Dan juga pada pagi hari biasanya udara masih segar sedikit sekali adanya polusi udara, maka usahakan sebisa mungkin melakukan pernapasan di pagi hari.

5. Olahraga yang teratur dan terukur.

Olahraga yang teratur dan terukur.
Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan buhar perliunya diunjang dengan kegiatan olahraga atau latihan fisik secara taratur dan terukur sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Olahraga secara taratur akan meningkatkan kekuatan otot jantung dan efektivita fungsi jantung dan memberi manfaat bagi sistem pernapasan. Hasil peneliotitan menunjukan bahwa sesseorang yang mempunyai aktivitas fisik rendah mempunyai resiko dua kali lebih tinggi mengalami kematikan prematur dibandingkan dengan orang yang tingkat aktivitas fisik tinggi.

6. Bekerja dan istirahat dengan seimbang.

Bekerja dan istirahat dengan seimbang
Bekerja merupakan rutinitas bagi yang melakukannya dan usahakan tidak usah bekerja yang memberatkan tubuh, karena kalau bekerja memberatkan tubuh maka daya tahan tubuh akan mudah lemah dan ahirnya tertimpa penyakit.

Usahakan biasakan tidur teratur 7-8 jam dalam sehari semalam karena untuk menjaga kondisi Anda untuk kegiatan yang akan Andalakukan.

7. Mengandalikan emosi dan stress.

Mengandalikan emosi dan stress
Stess dapat mengaibatkan penyakit secara langsung maupun tidak langsung, misalnya saja menyebabkan imsomnia atau sukar tidur (tidak bisa tidur), denyut jantung tidak teratur dan mempertinggi resiko serangan jantung

8. Menghindari Rokok, Alkohol (miras) dan Narkoba.

Menghindari Rokok, Alkohol (miras) dan Narkoba
Rokok dapat menimbulkan penyakit jantung, impotensi dan lain sebagainya begitu pula dengan alkohol (miras) dan narkoba semua itu terdapat penyakit yang di timbulkan jika dikonsumsi.

Penerapan Pola Hidup Bersih dalam kehidupan Sehari-hari


Agar tidak terjadi kekacauan atau penyimpangan pada saat pertumbuhan dan perkembangan anak, maka ayah dan ibu haruslah mampou merencanakan untuk menanamkan sifat-sifat atau perilaku yang di kehendaki pada anak-anaknya selama masa balita. Balita itu ibarat selembar kertas putih dan bersih (tabula rasa). Tugas semua orang tua menuliskannya di lembaran kertas putih dan bersihnya itu segala sesuatu yang baik, benar dan adil, agar kelak anak menajadi insan yang baik, benar dan adil juga.

Berikut ini kegiatan harian yang terus secara disiplin harus dipedomani, untuk menjaga kebersihan sehari-hari:

A. Mandi.

Mandi
Umumnya, mandi dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Akan tetapi perhatikan jika si kecil ternyata sering berkeringan, entah secara alamiah atau karena banyak melakukan aktivitas fisik. Jika kondosinya seperti itu, tentunya frekuensi mandi jadi harus lebih sering. Kenapa? Karena keringat yang membasahi tubuh bisa mengundang kuman-kuman untuk bersarang di kulit. Alhasil, sikecil bisa terkena penyakit kulit. Jadi, tak masalah kalau anak sering mandi. Perhatikan pula kondisi airnya, apakah keruh atau kotor serta berbau. Bisa-bisa meskipun sering mandi, bukannya sehat, tapi malah terserang berbagai penyakit kulit.

Hal lain yang tak boleh dilupakan adalah penggunaan sabun. Mandi jangan sekedar basah, tapi juga harus segar dan sehat. Untuk itu digunakan sabun (kalau perlu sabun antiseptik) agar kuman-kuman yang menempel di kulit mati. Handuk yang digunakan untuk mengeringkan badanpun sebaiknya bersih dan tidak lembab. Segera setelah digunakan, usahakan langsung di jemur. Jangan dibiarkan kering dengan sendirinya karena bisa ditumbuhi jamur. Secara berkala, semisal 1-2 kali dalam semnggi, gantilah handuk dengan yang bersih. Jangan mengunggu sampai handuk tersebut kelihatan kumal baru diganti.

Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang harus segera diubah. Contohnya khusus di hari libur, anak-anak boleh hanya mandi sekali atau bahkan tak mandi sama sekali. Begitu juga kebiasaan tidak mandi lagi sesudah berenang karena kegiatan ini sering disamakan dengan mandi. Angapan-anggapan keliru seperti itu sudah seharusnya ditinggalkan.

B. Keramas.

Keramas

Keramaslah secara rutin. Memang tidak ada patokan baku apakah harus setiap hari atau cukup 2-3 hari seklai. Anak yang banyak aktivitas tentu sering berkeringan, hingga perlu keramas lebih sering. Yang pasti, kjangan menunggu sampai kulit kepala terasa gatal, berketombe atau bahkan ditinggali kutu rambut. Pastikan, anak tidak Cuma membasahi rambutnya dan setelah itu merasa sudah keramas. Sekedar basah saja sama sekali tidak efektif membersihakn rambut. Gunakan shampo rambut yang tepat sesuai kondisi rambut anak agar rambut dan kulit kepala terpelihara kebersihannya.

C. Menyikat gigi.

Menyikat gigi
Sedini mungkin, bahkan sejak bayi, orang tua mulai memperkenalkan aktivitas yang satu ini. Tentu saja selagi si kecil belum tumbuh gigi, gunakan alat “penyikat” yang cukup lembut seperti kapas atau kain kasa yang sudah dibasahi air hangat untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di gusinya. Jadikan acara ini sebagai rutinitas etiap kali habis makan dan menjelang tidur.
Jika yang dilakukan selama ini menyikat gigi sat mandi pagi dan sore, ubahlah kebiasaan itu karena manfaatnya tidak optimal. Karena, sisa-sia minuman dan makanan akan tertinggal di gigi jika menyikatnya dilakukan lebih dulu sebelum makan. Padahal sisa-sisa makanan yang menempel di rongga mulut ini lama-kelamaan akan merusak giig berupa plak dan karang gigi. Jadi yang benar adalah menyikat gigi sesudah makan dan menjelang tidur malam.

D. Memberishkan pusar.

Memberishkan pusar
Bentuknya yang menjorok ke dalam dan tempatnya yang relatif tersembunyi memang amat berpeluang membuat kotoran betah menetap di pusar. Untuk itu bersihkanlah secara hati-hati menggunakan bahan lembut seperti cotton bud, kapas dan baby oil. Cara memberishkannya pun tidak boleh kasar agar jangan sampai terluka atau lecet yang berkelanjutan dengan infeksi.

E. Membersihkan telinga.

Membersihkan telinga
Dapat dilakukan dengan menggunakan kapas atau cotton bud. Yang perlu diperhatikan, upaya bersih-besih ini jangan samapai menyentuh rongga telingga bagian dalam karena akan semakin mendorong kotoran masuk semakin dalam. Sebenarnya, kotoran dalam telinga secara alamiah akan keluar dengan sendirinya berkat kerja rambut0rambut halus di dalam telinga yang berfungsi sebagai “penyaring”.
Jadi, cukup bersihkan bagian daun telinga. Sementara untuk otoran yang sudah terlanjur masuk ke telinga bagian dalam, percayakan pada dokter spesialis THT. Waspadai pula jika telngia mengularkan kotoran yang berbau atau bewarna. Besar kemungkinan kondisi ini menunjukan sudah terjadi infeksi dalam telinga. Ada baiknya perksakan telinga secara rutin ke dokter THT, setidaknya 3 bulan sekali.

F. Memberishkan lubang hidung.

Memberishkan lubang hidung
Bisa menggunakan cotton bud atau ckup dengan jari tangan, pastikan kebersihan jari tangan dan kuku. Mengapa? Tidak lain karena kuku yang panjang hanya akan melukai hidung bagian dalam yang relatif lunak. Belum lagi kalau ternyata kuku tangannya mengandung kotoran atau bibit penyakit yang bisa menyebabkan infeksi. Yang jelas, lakukanlah secara hati-hati alias jangan semabarangan.

G. Memotong kuku.

Memotong kuku
Minimal dilakukan seminggu dua kali. Yang perlu diperhatikan, memotong kuku jangan sampai terlalu pendek karena justru bisa melukai kulit di bawah kuku. Kuku yang panjang dapat mencederai kulit, terutama ketika secara tak sengaja menggaruk kulit karena gatal. Apalagi bila kuku tersebut kotor dan mengandung kuman yang dapat masuk ke dalam tubuh kemudian menimbulkan penyakit.

H. Mencuci tangan.

Mencuci tangan
Mencuci tangan haruslah lebih sering dilakukan karena tangan merupakan media penyebaran penyakit. Lakukan cuci tangan terutama sebelum dan sesudah makan, serta sesudah memegang sesuatu. Mencuci tangan juga perlu dilakukan ketika kontak dnegna ciran tubuh seperti ingus atau ludah. Yang jelas, mencuci tangan haruslah menggunakan sabun, jangan sekedar basah yang tidak akan mematikan kuman-kuman. Yang tak kalah penting, cucilah tangan di tempat air yang mengalir ata kran agar kuman yang menempel ikut terbawa oleh aliran air adi. Sebaiknya gunakan tisu sesudah mencuci tangan. Penggunaan kain lap tidak menjamin tangan jadi lebih bersih karena bukan tidak mungkin malah kain lap tersebut ada kuman yang menempel dari sesama pengguna kain lap itu tadi.

I. Mengganti pakaian.

Mengganti pakaian
Setiap habis mandi, usahakan selalu berganti pakaian yang bersih. Pilihlah pakaian, celana, kaos dalam dan celana dalam yang kering dan bersih, jangan yang lembab. Setiap kali tubuh si kecil basah atau lembab oleh keringant sehabis beraktivitas, cepat-cepat keringkan badannya dengan handuk bersih lalu hantilah pakaiannya dengan yang bersih. Demikian pula dengan seragam sekolah. Sebaiknya diganti setiap hari, jangan sampai dikenakan berulang kali. Kalau anak termasuk anak yang aktif, bawakan baju cadangan ke sekolah sebagai baju ganti hingga tak perlu menunggu kering dengan sendirinya atau mengganti nanti sesampainya di rumah.

J. Mengganti kaos kaki.

Mengganti kaos kaki.
Aksesoris yang kelihatan sepele ini kadang terabaikan alias lupa diganti. Biasanya kalau sudah tercium aroma tak sedap barulah dilemparkan ke tempat cucian. Padahal, sebaiknya kaos kaki diganti setiap hari meskipun penggunaannya terbatas hanya ketika bersekolah atau berpergian sebenat. Mengenani kaki bau sebenarnya berawal dari kaki yang berkeringat meskipun keringan itu sendiri tidak berbau, bau tak sedap itu muncul setelah bercampur dengan kuman. Unuk menghindarinya, jangan malas untuk berganti kaos kaki secara rutin.

K. Membersihkan sepatu atau sandal.

Membersihkan sepatu atau sandal.
Alas kaki juga termasuk benda yang harus dibersihkan secara rutin. Sepatu atau sandal yang kotor tentunya mengandung kuman penyakit. Rajin-rajinlah membersihkan apalagi setelah menginjak kotoran di jalan, melewati jalan becek dan sejenisnya.

L. Mengganti sprei dan menjemur kasur.

Mengganti sprei dan menjemur kasur.
Satu hal lagi yang cukup penting adalah mengganti sprei, sarung bantal dan sarung guling secara berkala, setidaknya 1-2 kali seminggu. Meskipun si kecil sudah mandi sebersih mungkin dan mengenakan pakaian bersih, tentu tidak ada artinya bila alas tidur tidak bersih. Selain itu, jangan lupa menjemur kasur atau alas tidur. Apalagi kalau si kecil masih gemar ngompol. Jangan menunggu kering dengan sendirinya karena kondisi lembab dan bau akan cepat meundang jamur dan kuman.

Demikian itulah artikel yang mengenai Penerapan Pola hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari yang harus di biasakan karena Hidup Sehat dan bersih pastilah akan mendapatkan kemanfaatan yang luar biasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semuanya..Ammiinn...

5 Komentar untuk "Penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang Harus Anda Biasakan!"

  1. Cukup tidur terkadang sulit diterapkan jika banyak kerjaan dan mengejar deadline..

    BalasHapus
  2. Mas bagi tips Cara agar bisa tidur dengan nyenyak dong, soalnya saya paling tidur 4 jam sehari, itu karena saya banyak deadline.

    BalasHapus
  3. terapkanlah pola hidup sehat dan bersih, terimakasih mas sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. belajar berpola hidup sehat memang agak sulit apalagi d desa... tp dkit2 memang hrus bljar si

    BalasHapus
  5. Pola hidup yang sehat sangat penting tapi kadang kita susah dalam menerapkannya di kehidupann kita

    BalasHapus

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus