Cara Mendidik Murid Sesuai Dengan Keunikan dan Karakternya

Ilmu Barokah - Dalam mendidik seorang murid ataupun lebih banyak lagi, guru harus jeli memperhatikan keunikan dan karakter dari masing-masing murid-muridnya yang tentunya berbeda-beda. Dengan cara mengenali keunikan dan karakter dari masing-masing murid-muridnya, guru dapat memperlakukan anak didiknya dengan lebih tepat.


Cara Mendidik Murid Sesuai Dengan Keunikan dan Karakternya
Cara Mendidik Murid Sesuai Dengan Keunikan dan Karakternya

Adapun beberapa keunikan (perbedaan) yang dimiliki murid antara lain;



a. Perbedaan fisik


Antara murid satu dengan yang lain tentu punya perbedaan dalam hal fisik. Terlebih yang harus diperhatikan guru adalah perbedaan fisik yang menonjol pada muridnya, seperti bentuk fisik yang tidak sempurna atau karean pengaruh etnis. Yang harus diperhatikan disini adalah guru dilarang menggunakan fisik sebagai bahan bercanda terlebih olok-olokan! Termasuk jika ada murid yang mengolok-olok atau memanggil nama temannya dengan menyangkut fisik, guru harus menegurnya.

Termasuk memahami perbedaan fisik, hendakyna guru tidak pilih kasih dalam menerapkan pelajaran hanya kepada yang memiliki fisik lebih sempurna, misalnya guru laki-laki cenderung lebih senang memperhatikan murid perempuan, begitu pula sebaliknya. Guru harus belaku adil pada seluruh muridnya, terlebih bagi murid yang memiliki keterbatasan fiisk, tentunya perhatian dari seorang guru sangat dibutuhkan.

b. Perbedaan kecerdasan


Kemampuan menyesuaikan penyampaian dengan tingkat kecerdasan murid adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru. Kemampuan ini sangat diperlukan karena akal dan tingkat kecerdasan setiap murid berbeda-beda. Guru hendaknya tidak mudah memberikan label nehatif terhadap muridnya yang belum paham mengenai materi yang disampaikan. Terlebih mengeluarkan kata “Kamu Bodoh, seperti ini saja tidak bisa.” Termasuk menyangkut nama orang tuanya, seperti, “Masak anaknya pak lurah begini saja tidak bisa.” Karena bisa jadi anak yang belum faham terhadap materi yang disampaikan bukan karena kecerdasan yang kurang tetapi mugkin kareana gurunya sendiri  yang belum bisa memberikan penyampaian yang baik.

Guru jagnan cepat putus asa dengan kondisi murid yang memiliki kekurangan, harusnya hal seperti itu jadikan sebagai tantangan untuk mencari formula, cara terbaik agar muridnya yang memiliki kekurangan bisa semakin paham. Guru harus tetap optimis, husnudhan billah, jangan belum apa-apa sudah mundur dari medan perang, dengan mengatakan, “Ah, bagaimana bisa pintar, kalau model anak-anaknya saja seperti ini.” Guru yang hebat itu bukan guru yang mengajar murid yang sudah pintar, tetapi guru yang bisa mengajar murid yang belum tahu menjadi tahu, yang belum paham menjadi paham, yang sudah tahu semakin tahu, yang sudah paham semakin paham dan bisa diamalkan oleh murid-muridnya.

c. Perbedaan karakter.


Secara umum, karakter yang biasa dimiliki seorang anak antara lain aktif, pemalas, semangat, mudah tersinggung, pembarani, penakut, periang, pendiam, suka berinerkasi, menenidir dan lain sebagainya. Guru harus pandai-pandai menganalisis karakter anak didiknya. Tetu saja beda karakter beda penangannnya.

d. Perbedaan gaya belajar.


1. Gaya belajar tipe visual


a. Fisiologi.

- Melihat informasi dengan melihat ke atas (gerakan bola mata katas)
- Pandangan muka ke atas
- Tangan bergerak di atas dada
- Nada suara tingga

b. Karakteristik

- Kata-kata yang sering dipakai: melihat, membayangkan, gambaran dan lain sebagainya.
- Teratur, memperhatikan segala sesuatu, memperhatikan penampilan
- Saat komunikasi senang menatap wajah lawan bicara
- Memperhatikan gerak-gerik lawan bicara
- Bicara cepat, kurang suka jadi pendengan
- Kebanyakan lupa nama orang yang dikenal, tapi ingat wajahnya
- Berpenampilan bersih dan rapi

c. Strategi mengajar

- Menggunakan warna (tidak hanya hitam)
- Gunakan ekspresi wajah dan tubuh
- Sering gunakan gambar-gambar
- Menjelaskan dengan mencoret-coret
- Menggunakan kata kerja (predikat) visual

2. Gaya belajar tipe auditori.


a. Fisiologi
- Gerakan bola mata sejajar telinga
- Suara jelas, punya ritme, teratur
- Bicara sedikit lambat dibanding tipe visual
- Pandangan mata kedepan

b. Karakteristik
- Peka dengan suara
- Perhatian mudah terpecah
- Belajar dengan mendengarkan
- Membaca teks atau menghafal dengan suara keras
- Kata-kata yang sering di pakai: mendengar, lirih, melengking, kedengarannya
- Biasanya kurang memperhatikan lawan bicara, hanya fokus pada suara lawan bicara
- Pendengar yang baik
- Kebanyakan melupakan wajah orang yang ditemui, tapi hafal namanya

c. Strategi mengajar

- Suara harus jelas
- Mainkan intonasi dalam berbicara
- Menggunakan pengulangan kata, minta anak meyebut kembali apa yang sudah dijelaskan
- Sesi tanya jawab, diskusi

3. Gaya belajar tipe kinestik


a. Fisiologi
- Gerakan bola mata ke arah bawah
- Suara cenderung berat
- Banyak gerak
- Tubuh cenderung menunduk

b. Karakteristik
- Menyentuh orang yang berdiri berdekatan
- Menunjuk tuisan saat membaca
- Saat belajar sering menggunakan gerakan, misal: tangan menunjuk-nunjuk, bermain bolpoin atau         alat tulis lainnya.
- Kata-kata yang sering dipakai: rasanya, keras, lembut dan lain sebagainya.
- Ketika berkomunikasi biasanya senang melakukan gerakan

c. Strategi belajar
- Melibatkan fisik atau gerakan
- Menggunakan alat bantu atau permainan
- Membuat simulasi atau praktek
- Bermain peran
- Menghargai anak yang melakukan gerakan


Belum ada Komentar untuk "Cara Mendidik Murid Sesuai Dengan Keunikan dan Karakternya"

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus